moservice.id – Mobil modern semakin bergantung pada sistem elektronik untuk berbagai fungsi, mulai dari mesin hingga fitur kenyamanan.
Namun, kompleksitas sistem elektronik ini juga menuntut perawatan yang lebih cermat. Salah satu komponen penting yang perlu diperhatikan adalah sistem pengisian baterai.
Tegangan pengisian baterai yang ideal berkisar antara 13 volt. Jika tegangan terlalu rendah atau terlalu tinggi, dapat merusak komponen elektronik lainnya, seperti modul pengisian.
Indikator baterai pada instrumen panel bisa menjadi petunjuk awal adanya masalah.
Misalnya, jika indikator baterai terus menyala saat mesin hidup, itu bisa jadi tanda bahwa tegangan pengisian terlalu rendah.
Sebaliknya, jika indikator tidak menyala sama sekali, kemungkinan tegangannya terlalu tinggi.
Penyebab utama tegangan pengisian yang tidak stabil adalah kondisi aki yang sudah lemah. Aki yang sudah soak tidak mampu menerima dan mempertahankan tegangan yang stabil.
Mengapa Mengisi Aki Mobil Terlalu Lama Berbahaya?
1. Overcharging
Pengisian aki yang melebihi waktu yang seharusnya disebut overcharging. Kondisi ini menyebabkan sel-sel aki bekerja terlalu keras dan menghasilkan panas berlebih.
Panas yang berlebihan ini dapat merusak lempeng aki, menyebabkan deformasi, dan bahkan memicu korsleting.
2. Elektrolit Menguap
Proses pengisian aki menghasilkan gas hidrogen.
Jika pengisian dilakukan terlalu lama, gas hidrogen yang dihasilkan akan semakin banyak dan menyebabkan elektrolit menguap.
Akibatnya, kadar elektrolit dalam aki berkurang dan kinerja aki menurun.
3. Kerusakan Komponen Elektronik
Tegangan yang dihasilkan dari aki yang overcharge bisa lebih tinggi dari batas normal.
Tegangan yang terlalu tinggi ini dapat merusak komponen elektronik lainnya dalam sistem kelistrikan mobil, seperti alternator, regulator tegangan, dan bahkan ECU (Engine Control Unit).
Baca juga: Aki Mobil Sebaiknya Segera Diganti Jika Sudah Seperti Ini
Tanda-Tanda Aki Overcharge
- Aki Mengembung: Salah satu tanda paling jelas dari aki yang overcharge adalah kondisi aki yang mengembung. Hal ini disebabkan oleh gas hidrogen yang terperangkap di dalam aki.
- Bau Asam: Aki yang overcharge akan mengeluarkan bau asam yang khas akibat penguapan elektrolit.
- Kinerja Mesin Tidak Stabil: Aki yang rusak akibat overcharge dapat menyebabkan kinerja mesin menjadi tidak stabil, seperti susah dihidupkan, mesin mati mendadak, atau lampu-lampu indikator berkedip-kedip.
Oleh karena itu, penting untuk secara rutin memeriksa kondisi aki dan melakukan penggantian jika diperlukan.
Moservice.id bisa membantu Anda menemukan bengkel ganti aki mobil terdekat dari berbagai bengkel di seluruh Indonesia.
Semua bengkel rekanan telah terverfikasi kualitasnya. Dapatkan promo ganti aki mobil sekarang!