back button

Intake Air Temperature Sensor: Fungsi, Cara Kerja, dan Tanda Kerusakan

Ditulis oleh : moservice,

11 Jan 2023

fbtwitterwhatsapp
Intake Air Temperature Sensor: Fungsi, Cara Kerja, dan Tanda Kerusakan

moservice.id – Secara umum, mobil injeksi mempunyai sejumlah sensor dalam sistem kerjanya. Dan setiap sensor yang ada memiliki peran penting, termasuk intake air temperature sensor (IATS). 

Intake air temperature sensor atau yang dikenal dengan sensor IATS merupakan sensor mobil injeksi yang bertugas dalam mendeteksi suhu udara yang masuk ke mesin mobil. 

Lebih tepatnya, fungsi sensor tersebut yaitu memeriksa apakah terdapat perubahan suhu udara pada throttle body yang akan masuk ke dalam intake chamber atau tidak.

Karena fungsinya tersebut, sensor IATS diletakkan tepat di jalur aliran udara yang masuk dari saringan udara. 

Anda bisa menemukannya di antara throttle body dan saringan udara tersebut. Pada mesin EFI tipe L, sensor ini didesain menyatu dengan sensor lainnya, yakni mass air flow (MAF). 

Cara Kerja Intake Air Temperature Sensor (IATS)

Sensor IATS menggunakan thermistor untuk melihat terjadinya perubahan suhu pada intake manifold.

Thermistor sendiri adalah komponen elektronik dengan nilai tahanan yang dapat berubah sesuai perubahan suhu di sekitarnya. 

Umumnya thermistor yang digunakan memiliki dua jenis, yaitu:

1. Positive Temperature Coefisien

Yang pertama yaitu PTC atau yang dikenal dengan positive temperature coefisien

Thermistor PTC memiliki nilai tahanan tinggi apabila suhu di sekitarnya memanas, ketika suhu di sekitar mengalami penurunan maka tahanan akan menjadi rendah. 

Jadi, nilai tahanan thermistor PTC berbanding lurus dengan suhu yang ada di sekitar.

Baca juga: 5 Cara Memperbaiki Sensor TPS (Throttle Position Sensor) Mobil

2. Negative Temperature Coefisien

Kemudian jenis thermistor yang kedua adalah NTC atau negative temperature coefisien yang memiliki prinsip nilai keterbalikan dari PTC. 

Itu berarti tahanan akan menjadi semakin rendah apabila suhu di sekitar panas. Sebaliknya, tahanan akan meningkat ketika suhu dingin. 

Cara kerja thermistor itulah yang menunjang fungsi intake air temperature sensor.

Nilai tahanan thermistor akan mempengaruhi nilai tegangan yang keluar. Di mana perubahan tegangan yang dihasilkan sensor kemudian dibaca oleh ECM, untuk memutuskan banyaknya jumlah bahan bakar ke silinder mesin. 

Apabila lubang injector berukuran kecil, bahan bakar yang digunakan semakin sedikit. Dan jika lubang injector terbuka lebar, maka jumlah bakar bakar semakin banyak.

Ciri atau Gejala Kerusakan IATS

1. Mobil Jadi Lebih Boros Bahan Bakar

Sebaiknya Anda mulai mengenali tanda ketika IATS mengalami masalah agar mobil dapat dikendarai dengan nyaman. 

Intake air temperature sensor yang bermasalah akan membuat bahan bakar boros karena udara yang diambil dari bagian intake menjadi kurang optimal, sehingga hal tersebut mempengaruhi konsumsi bahan bakar yang digunakan.

Baca juga: 3 Ciri Sensor Oksigen Mobil Rusak dan Cara Mengeceknya

2. Mesin Mobil Susah Dinyalakan 

Tidak hanya bahan bakar boros, namun mesin juga menjadi susah dinyalakan ketika IATS mengalami masalah. 

Karena sensor bisa saja salah dalam mendeteksi suhu di sekitar, alhasil mobil pun tidak mau menyala ketika di-starter

3. Kecepatan Mobil Menurun

Hal ini  juga membuat akselerasi mulai menurun lantaran akumulasi campuran bahan bakar yang kurang optimal. Itulah kenapa Fungsi intake air temperature sensor ini sangat penting.

Bila mobil Anda sudah mengalami tanda-tanda kerusakan pada sensor IATS mobil, sebaiknya segera bawa ke bengkel terdekat.

Anda bisa menemukan bengkel mesin mobil terdekat melalui Moservice yang dapat membantu melakukan booking bengkel secara online yang paling dekat dengan lokasi Anda saat ini.

Moservice Logo

Situs Booking Service Kendaraan

Apa itu moservice.id?

Moservice.id adalah situs bagi pengendara mobil untuk pemesanan servis yang dilakukan secara daring persembahan dari Adira Finance. Moservice.id bekerjasama dengan lebih dari 1500 bengkel yang tersebar di wilayah Indonesia.

Butuh Bantuan?

(021) 3190 2000