back button

Memahami Jenis dan Arti Lampu Indikator Motor yang Menyala

Ditulis oleh : moservice,

08 May 2024

fbtwitterwhatsapp
Memahami Jenis dan Arti Lampu Indikator Motor yang Menyala

Di balik kemudi motor, terdapat panel penuh lampu indikator yang bagaikan bahasa rahasia.

Bagi pengendara, memahami arti di balik lampu-lampu ini sama pentingnya dengan menguasai teknik berkendara.

Ibarat kode morse, lampu indikator motor memberikan sinyal penting tentang kondisi kendaraan, membantu Anda mendeteksi potensi masalah dan mencegah kerusakan fatal.

Berikut ini berbagai kode dan arti lampu indikator pada dashboard motor.

1. Lampu Indikator Oli (Oil Pressure Warning Light)

Di antara deretan lampu indikator pada dashboard motor, lampu indikator oli memegang peran penting sebagai penanda kesehatan mesin.

Lampu ini, biasanya berbentuk teardrop berwarna merah, berfungsi untuk memberi tahu pengendara ketika level oli mesin rendah atau ada masalah pada sistem pelumasan

Fungsi Utama Lampu Indikator Oli:

  • Menandakan Oli Rendah: Saat level oli mesin di bawah batas minimum, lampu indikator oli akan menyala, mengingatkan pengendara untuk segera menambahkan oli. Oli yang rendah dapat menyebabkan gesekan antar komponen mesin yang berlebihan, berakibat pada kerusakan serius.
  • Menunjukkan Gangguan Sistem Pelumasan: Selain level oli rendah, lampu indikator oli juga bisa menyala akibat masalah lain pada sistem pelumasan, seperti kebocoran oli, pompa oli yang bermasalah, atau sensor oli yang rusak.

Tekanan oli mesin yang rendah dapat menyebabkan komponen mesin tidak terlumasi dengan baik dan mengalami gesekan berlebihan. Hal ini dapat mengakibatkan kerusakan mesin yang serius. Penyebab tekanan oli mesin rendah bisa karena:

  • Oli mesin kurang.
  • Oli mesin sudah kotor dan kehilangan kemampuan melumasi.
  • Kebocoran oli mesin.
  • Pompa oli mesin bermasalah.

Jika terjadi demikian, Sgera tepikan motor Anda di tempat yang aman dan matikan mesin. Periksa level oli mesin menggunakan dipstick.

Saat oli mesin kurang, tambahkan oli sesuai dengan spesifikasi yang dianjurkan oleh pabrikan motor Anda. Jangan menambahkan oli melebihi batas yang ditentukan.

Ketika oli mesin sudah terlihat kotor atau hitam, segera lakukan penggantian oli dan filter oli.

2. Lampu Indikator Temperatur (Coolant Temperature Warning Light)

Lampu indikator temperatur memegang peran krusial dalam menjaga kesehatan mesin.

Lampu ini, biasanya berbentuk termometer berwarna merah atau biru, berfungsi untuk memberi tahu pengendara ketika temperatur mesin motor sudah mencapai batas atas yang aman.

Fungsi Utama Lampu Indikator Temperatur

  • Menandakan Temperatur Tinggi: Saat temperatur mesin motor sudah mencapai batas atas yang aman, lampu indikator temperatur akan menyala, mengingatkan pengendara untuk segera mengambil tindakan untuk mencegah kerusakan mesin.
  • Memperingatkan Pengendara: Lampu indikator temperatur menyala untuk memperingatkan pengendara agar segera menghentikan motor dan membiarkan mesin mendingin.

Penyebab temperatur mesin terlalu tinggi bisa karena:

  • Kurangnya cairan pendingin (coolant).
  • Radiator kotor atau tersumbat.
  • Kipas radiator tidak berfungsi dengan baik.
  • Thermostat bermasalah.
  • Pompa air (water pump) bermasalah.

Untuk mengatasinya, segera matikan mesin dan tunggu beberapa saat agar mesin dingin.

Jangan langsung membuka tutup radiator saat mesin masih panas karena uap panas dapat menyebabkan luka bakar. Periksa level cairan pendingin di reservoir.

Jika kurang, tambahkan coolant sesuai spesifikasi yang dianjurkan oleh pabrikan motor Anda. Jangan menggunakan air biasa sebagai pengganti coolant.

Periksa kondisi radiator, apakah ada kebocoran atau tersumbat oleh kotoran? Lalu, cek kipas radiator apakah berputar dengan normal atau tidak?

Jika Anda tidak yakin dengan penyebab temperatur mesin tinggi, segera bawa motor Anda ke bengkel untuk diperiksa.

3. Lampu Indikator ABS (Anti-lock Braking System)

Lampu indikator ABS (Anti-lock Braking System) berfungsi untuk memberitahu bahwa ada kerusakan pada sistem abs motor yang dapet mempengaruhi kondisi pengereman.

Biasanya berupa huruf “ABS” berwarna kuning atau oranye. Penyebab sistem ABS tidak berfungsi bisa karena:

  • Sensor ABS kotor atau rusak.
  • Modulator ABS bermasalah.
  • Masalah pada kabel atau konektor sistem ABS.

Baca juga: 3 Penyebab Lampu Indikator Oli Menyala Saat RPM Rendah

4. Lampu Indikator Rem (Brake Warning Light)

Lampu indikator rem motor, biasanya berbentuk tanda seru (!) berwarna merah, merupakan fitur penting yang berfungsi untuk memberi tahu pengendara lain bahwa Anda sedang mengerem.

Lampu ini terletak di bagian belakang motor, sehingga mudah terlihat oleh pengendara di belakang Anda.

Fungsi Utama Lampu Indikator Rem:

  • Meningkatkan Keselamatan: Lampu indikator rem membantu mencegah tabrakan dari belakang dengan memberi tahu pengendara lain bahwa Anda sedang memperlambat atau menghentikan motor.
  • Mematuhi Aturan Lalu Lintas: Di banyak negara, menyalakan lampu rem saat mengerem adalah peraturan lalu lintas yang wajib dipatuhi.

Biasanya, ada beberapa hal yang bisa menyebabkan lampu indikator rem motor terus menyala, mulai dari:

  • Bohlam rusak
  • Sekring putus
  • Sakelar rem bermasalah
  • Konektor longgar
  • Kabel putus
  • Minyak rem aus
  • Piston rem macet
  • Selang rem bocor

5. Lampu Indikator Engine Check (Engine Malfunction Indicator Lamp/MIL)

Fitur Malfunction Indicator Lamp (MIL) bisa memberikan beragam informasi terkait kesehatan sepeda motor.

Indikator yang berada di panel instrumen ini akan menginformasikan kepada pengendara jika ada kerusakan pada sistem injeksi melalui kedipan nyala lampu MIL yang terletak di speedometer/meter kombinasi.

Biasanya berbentuk mesin berwarna kuning oranye. Lampu ini bisa menyala karena berbagai masalah, mulai dari pada sistem pembakaran, sensor mesin, atau komponen elektronik lainnya. Contohnya seperti berikut:

  • Campuran bahan bakar dan udara yang tidak tepat.
  • Busi aus atau kotor.
  • Sensor oksigen (O2 sensor) rusak.
  • Masalah pada sistem pengapian.
  • Kerusakan pada katalis (knalpot catalytic converter).

Untuk mengatasinya, bisa denga menggunakan alat khusus (diagnostic scanner) yang biasa digunakan oleh para mekanik profesional dalam mendeteksi kerusakan pada lampu motor.

Biasanya, sistem tersebut bekerja berdasarkan informasi dari ECM. Saat lampu MIL menyala selama dua detik, ECM akan mendeteksi sistem injeksi, apakah ada kerusakan atau tidak.

Dalam kondisi normal, saat kunci kontak diputar ke posisi ON maka lampu indikator MIL akan menyala sekitar dua detik dan akan mati kembali.

Tapi jika ECM menemukan kerusakan atau sesuatu yang tidak normal pada sistem injeksi, maka lampu indikator MIL pada motor akan terus menyala.

Pada motor keluaran Honda dengan sistem PGMFI terbaru (PCX 150, ADV 150 dan sebagainya) lampu indikator akan terus menyala.

Sedangkan pada motor Honda dengan sistem PGMFI lama, lamou MIL akan berkedip selama motor belum diperbaiki.

Sebagai informasi, kode kedipan MIL akan terus tersimpan di dalam memori ECM dan akan menyala setiap kali sepeda motor dihidupkan dan belum dilakukan perbaikan.

Cara mengetahui kerusakan yang terjadi yaitu dengan menghitung kedipan lampu MIL. Lampu MIL mempunyai 2 macam kedipan yaitu:

Kedipan panjang (berlangsung selama 1,3 detik). Satu kedipan panjang ekuivalen dengan sepuluh kedipan pendek.

Kedipan pendek (berlangsung selama 0.3 detik). Satu kedipan pendek ekuivalen dengan satu kedipan.

Contoh: Satu kedipan panjang diikuti dengan dua kedipan pendek, maka dibaca 12 kali kedipan (satu kedipan panjang = 10 kedipan, ditambah dua kedipan pendek)

Nah, jika sudah memahami cara membaca kode kedipan lampu MIL, berikut beberapa kode MIL yang menandakan informasi pada rangkaian sistem injeksi motor Honda.

NoJumlah KedipanKeterangan
11 kaliSensor MAP (Manifold Absolute Pressure)
27 kaliSensor EOT (Engine Oil Temperature)/ECT (Engine Coolant Temperature)
38 kaliSensor TP (Throttle Position)
49 kaliSensor IAT (Intake Air Temperature)
511 kaliSensor VS (Vehicle Speed)
612 kaliInjektor
721 kaliSensor Oksigen (O2)
829 kaliRangkaian IACV (Intake Air Control Valve)
933 kaliECM (Engine Control Module)
1052 kaliSensor CKP (Crankshaft Position)
1154 kaliSensor BAS (Bank Angle Sensor)
1267 kaliFront Wheel Speed Sensor (PCX 160)
1386 kaliSpeedometer (PCX 160)
1491 kaliCoil Ignition primary circuit malfunction (PCX 150, ADV 150,PCX 160)
Pilih area / Kota

Pilih Merek
Jenis Bengkel

Bengkel Rekomendasi

Moservice Logo

Situs Booking Service Kendaraan

facebook-icontwitter-iconinstagram-icon
Apa itu moservice.id?

Moservice.id adalah situs bagi pengendara mobil dan motor untuk pemesanan servis yang dilakukan secara daring dipersembahkan untuk Nasabah Adira Finance. Moservice.id bekerjasama dengan lebih dari 2300 bengkel yang tersebar di wilayah Indonesia.

Butuh Bantuan?

(021) 3190 2000