back button

Ciri Shockbreaker Depan dan Belakang Mobil yang Rusak

Ditulis oleh : moservice,

02 Aug 2022

fbtwitterwhatsapp
Ciri Shockbreaker Depan dan Belakang Mobil yang Rusak

Salah satu komponen terpenting dari mobil adalah shockbreaker yang berfungsi sebagai penahan getaran ketika mobil melewati jalan yang tidak rata, area bebatuan, ataupun jalanan yang rusak.

Kenyamanan dalam berkendara tentu hal penting yang harus diperhatikan. Apalagi bila menempuh perjalanan jauh. 

Shockbreaker juga berfungsi sebagai indikator kenyaman dan keamanan penumpang di dalam mobil. 

Untuk itu Anda harus mengetahui bagaimana ciri-ciri shockbreaker mobil bagian depan maupun belakang yang rusak dan harus segera diperbaiki.

1. Terdengar Suara Benturan Keras

Ketika mobil yang Anda kendarai melewati tanjakan kemudian terdengar suara benturan yang disertai guncangan tidak biasa di dalam mobil, kemungkinan besar itu dikarenakan shockbreaker mobil Anda bermasalah.

Ada kemungkinan shockbreaker depan atau belakang mobil sudah menipis atau tidak lagi elastis, sehingga membuatnya semakin pendek dan dapat terbentur dengan polisi tidur yang cukup tinggi. 

2. Hentakan Mobil Terasa Berlebihan

Bila penumpang mengalami rasa kurang nyaman saat melintasi jalan berlubang ataupun polisi tidur, bisa diasumsikan bahwa shockbreaker belakang mobil yang bermasalah.

Hal ini karena kehilangan gaya pegas dari per shockbreaker yang akhirnya membuat pengalaman berkendara jadi kurang menyenangkan.

Akibatnya, para penumpang di bagian tengah dan belakang mobil bisa merasakan kerasnya hentakan mobil dengan polisi tidur ataupun jalanan rusak.

3. Mobil Menjadi Lebih Ceper

Hal yang tidak disadari ketika shockbreaker salah satu sisi ataupun kedua sisi mobil pada bagian depan maupun belakang rusak adalah bisa membuat mobil terlihat lebih rendah atau ceper dari biasanya. 

Ketinggian mobil juga bisa dipengaruhi dari tingkat ketahanan dan elastisitas shockbreaker yang masih bagus.

Baca juga: Mengenal Jenis Body Kit Mobil dari Metode Pemasangannya

4. Mobil Kehilangan Gaya Pegas Saat Menanjak / Naik ke Atas

Saat mobil tidak sengaja terjebak dalam jalanan berlubang yang cukup dalam hingga menyebabkan amblas dan sulit dikeluarkan dari situasi tersebut alasan paling utama biasanya karena lubang yang terlalu dalam, hingga membuat mobil terjebak di dalamnya.

Faktor lainnya adalah shockbreaker depan yang sudah ceper sehingga membuat mobil susah keluar ataupun menanjak naik. 

Selain itu, hal ini dapat membuat shockbreaker belakang mobil semakin rusak karena langsung terbentur dengan sisi jalanan.

5. Menurunnya Kemampuan Rem Mobil

Ketika performa shockbreaker mobil tidak optimal, ini akan berdampak pada menurunnya akurasi pengereman. 

Keadaan ini diakibatkan karena peredaman yang tidak sempurna oleh shockbreaker, sehingga membuat proses pengereman kurang stabil, terlebih saat Anda mengerem mendadak.

6. Mobil Sulit Dikendalikan

Saat berkendara dengan kecepatan tinggi, tentu kita harus bisa menyeimbangkan stir mobil dengan akurat.

Permasalahan shockbreaker yang sudah lemah ataupun mati bisa membuat pengemudi sulit mengendalikan mobil saat berada di kecepatan tinggi.

Selain itu, gejala kerusakan shockbreaker mobil akibat tekanan ban yang rendah serta kondisi ban yang bergelombang akan membuat suspensi mobil sehingga bisa membuat mobil kurang seimbang dan terasa berat.

Maka dari itu selalu periksa kondisi ban mobil Anda secara berkala. Jika tidak, maka lama-kelamaan hal ini bisa membuat shockbreaker depan dan belakang mobil bisa patah karena tekanan angin yang kurang akan mempengaruhi beban berat penumpang terhadap ketahanan rangka mobil dan juga shockbreaker.

7. Shockbreaker Mengeluarkan Rembesan Oli

Salah satu ciri-ciri shockbreaker mobil rusak yang paling mudah diidentifikasi adalah keluarnya oli dari shockbreaker. 

Bocornya oli bisa disebabkan oleh as shock yang baret atau karet seal shockbreaker robek, sehingga harus diganti baru agar tidak menimbulkan kerusakan pada bagian mobil lainnya.

Baca juga: Tips Merawat Kaki-Kaki Mobil agar Tetap Awet

8. Posisi Mobil Miring / Tidak Seimbang

Hal ini biasanya hanya disadari saat mengemudi mulai mengendarai mobilnya. Karena begitu dijalankan, biasanya posisi stir mobil akan terasa berat sebelah sehingga membuat mobil lebih condong berada di satu sisi bagian saja.

Jika dilihat dari luar, mobil akan terlihat tidak proporsional karena bagian shockbreaker yang mati akan membuat sisinya lebih rendah dibanding sisi sebelah. 

Di mana hal ini berpengaruh terhadap per atau pegas shockbreaker. Saat keduanya masih bagus, artinya posisinya akan seimbang. 

Namun, jika salah satu per shockbreaker sudah aus ataupun rusak, maka akan menurun karena kehilangan gaya pegasnya.

Selain itu, Anda juga bisa memastikannya dengan cara menekan kap mobil. Jika mobil terlihat mengayun-ayun itu berarti ada yang tidak beres pada shockbreaker mobil Anda.

Masalah ini juga bisa terjadi karena shockbreaker tidak dapat menahan beban pada mobil. Terlepas dari itu semua Anda juga harus memastikan bahwa barang bawaan yang ada di mobil tidak terlalu banyak atau overload.

9. Permukaan Ban Mobil Habis Tapi Tidak Merata

Selain karena tekanan ban, cara mengidentifikasi jika shockbreaker sudah mati adalah dilihat dari ban yang aus tapi tidak merata. 

Hal ini dikarenakan sisi sebelah shockbreaker lebih tinggi dibandingkan sisi lainnya, sehingga membuat hanya sebagian sisi ban mobil saja yang lebih sering terkena dampak gesekan dengan permukaan jalan.

Cara Membuat Shockbreaker Depan dan Belakang Mobil Lebih Awet

A. Cek Kondisi Shockbreaker Secara Berkala

Anda juga bisa mengecek shockbreaker dengan melihat mobil dari bagian depan. Perhatikan apakah posisi mobil sudah proporsional? lurus dan rata seimbang atau tidak?

Bila tidak ada hal aneh, berarti kondisi shockbreaker masih bagus. Namun, bila mobil kelihatan tinggi sebelah ada kemungkinan shockbreaker sudah rusak.

Cara lainnya adalah dengan melihat kondisi shockbreaker secara langsung di kolong mobil apakah ada karat atau ada bagian yang bengkok atau tidak.

Baca juga: Cara Mengecek Kondisi Shockbreaker Mobil, Bisa Coba 2 Cara Ini

B. Gunakan Shockbreaker SNI

Bila shockbreaker sudah rusak, ada baiknya untuk segera menggantinya dengan yang baru.

Akan lebih baik untuk memeriksa setiap komponen shockbreaker apakah masih bagus atau sekalian diganti.

Contohnya shockbreaker, apakah hanya aus saja dan tinggal ditambah oli? atau memang shockbreakernya sudah mati, sehingga harus diganti baru yang sesuai dengan standar SNI atau pabrikan.

Dengan begitu, kondisi mobil akan jauh lebih stabil dan jadi lebih awet.

C. Lakukan Service Secara Rutin

Untuk membuat kondisi shockbreaker tetap awet, pastikan agar Anda selalu service kendaraan secara rutin agar tahu apakah ada bagian tertentu yang harus diganti atau tidak.

D. Hindari Modifikasi Mobil Terlalu Ceper

Tidak salah jika ingin melakukan modifikasi mobil, namun hal yang perlu diingat adalah jangan terlalu berlebihan hingga membuat mobil terlalu ceper atau rendah.

Hal ini bisa membuat shockbreaker mobil terbebani dan membuatnya cepat rusak karena terbentur dengan polisi tidur ataupun terkena banjir.

E. Selalu Berhati-Hati dalam Berkendara

Ketika berada di jalanan yang gelap ataupun tempat yang berlubang, usahakan untuk tidak melaju dengan kecepatan tinggi. Sebisa mungkin, hindari jalanan yang rusak agar shockbreaker mobil lebih awet dan tidak mudah patah.

Itulah beberapa ciri-ciri shockbreaker mobil depan dan belakang yang rusak ataupun aus dan bagaimana cara merawatnya dengan baik. 

Jika Anda kurang yakin dengan ciri-ciri kerusakan tersebut, Anda bisa membawa mobil ke bengkel atau pusat servis mobil untuk penanganan yang lebih tepat melalui situs Moservice.id.

Pilih area / Kota

Pilih Merek
Jenis Bengkel

Bengkel Rekomendasi

Moservice Logo

Situs Booking Service Kendaraan

facebook-icontwitter-iconinstagram-icon
Apa itu moservice.id?

Moservice.id adalah situs bagi pengendara mobil dan motor untuk pemesanan servis yang dilakukan secara daring dipersembahkan untuk Nasabah Adira Finance. Moservice.id bekerjasama dengan lebih dari 2300 bengkel yang tersebar di wilayah Indonesia.

Butuh Bantuan?

(021) 3190 2000