moservice.id – Camshaft memiliki nama lain poros nok, noken as, atau kem dalam dunia otomotif. Biasanya, komponen camshaft terletak pada bagian kepala silinder mobil yang terbuat dari bahan khusus berupa baja tuang.
Penggunaan camshaft juga tergantung pada mesin mobil yang digunakan. Bila mesin mobil bertipe SOHC (Single Over Head Cam), maka penggunaan hanya menggunakan 1 buah camshaft saja pada silindernya.
Akan tetapi, bila tipe mesin DOHC (Double Over Head Cam), baru menggunakan 2 buah camshaft pada bagian kepala silinder.
Pengertian Camshaft
Bila Anda masih bertanya-tanya, apa yang dimaksud dengan camshaft? Camshaft adalah bagian yang akan mengatur jalur buka tutup klep dan poros distributor agar bisa menggerakan fuel pump (pompa bahan bakar) yang akan diteruskan ke dalam silinder head di blok mesin.
Noken as atau poros nok ini merupakan alat khusus berbentuk tabung yang berfungsi untuk menggerakan rocker arm.
Fungsi Camshaft
Untuk lebih jelasnya, berikut ini berbagai fungsi camshaft yang sebaiknya diketahui:
1. Membuka dan Menutup Jalur Valve
Fungsi utama camshaft adalah untuk membuka dan menutup jalur valve (katup pengapian) dalam mesin mobil.
Mekanisme penutupan atau pembukaan jalur ini menggunakan alat yang bernama cam lobe untuk menyesuaikan dengan urutan waktu pengapian (firing order) di dalam mesin.
Biasanya, cam lobe berbentuk bulat lonjong agar bisa fleksibel dalam membuka ataupun menekan jalur pengapian.
Mekanisme kerjanya adalah saat cam lobe bertemu dengan rocker arm, maka keduanya akan mendorong pegas agar terbuka.
Begitu juga sebaliknya, saat cam lobe dan rocker arm berpisah, maka katup akan menutup secara otomatis memanfaatkan gaya pegas yang dibuat.
2. Menggerakan Poros Distributor Mesin
Perlu diketahui bahwa tidak semua mesin mobil memiliki poros distributor, karena itu camshaft hanya bisa digunakan untuk beberapa jenis saja.
3. Memompa Fuel Pump
Fuel pump atau pompa bahan bakar merupakan komponen penting dalam camshaft karena digerakan secara langsung.
Proses pompa bahan bakar yang dilakukan akan meneruskan hasilnya ke karburator mesin.
Namun, khusus untuk fungsi camshaft yang satu ini hanya bisa ditemukan untuk tipe fuel pump mekanikal saja.
Untuk tipe fuel pump electrical tidak akan terpompa.
4. Mendeteksi Sudut Putaran
Fungsi camshaft lainnya yaitu untuk mendeteksi sudut putaran, apakah sudah sesuai atau tidak dengan standar dengan mengirimkan sinyal kepada camshaft position sensor.
Hal ini bisa dilakukan ketika mobil sudah menggunakan sistem mesin EFI (electronic fuel injection) yang dibuat dari bahan khusus seperti gigi.
Gigi khusus tersebut akan dapat mendeteksi dengan akurat tiap sudut putaran dari camshaft yang dibuat selama mesin aktif.
Tiap putaran akan dipantau dari alat camshaft position sensor yang berada pada bagian tutup timing belt mesin mobil.
Baca juga: Blok Silinder: Pengertian, Fungsi, Komponen dan Perawatan
Bagaimana Cara Kerja Camshaft?
Setelah mengetahui fungsi camshaft secara menyeluruh, saatnya memahami bagaimana camshaft bekerja.
A. Saat Posisi Menekan
Khusus untuk tipe DOHC dan SOHC, poros nok akan bekerja sama dengan rocker arm untuk membuka jalur pengapian melalui cam lobe yang akan mendorong katup valve di dalam mesin menggunakan tekanan yang kuat.
B. Saat Posisi Menarik atau Tidak Menekan
Saat tidak dalam kondisi menekan atau sedang menarik, cam lobe tidak akan menekan rocker arm. Sehingga, jalur akan tetap tertutup.
Perlu diketahui bahwa camshaft bekerja secara terus-menerus untuk membantu putaran mesin, sehingga sistem pelumasan camshaft juga harus diperhatikan agar tidak mudah aus.
Komponen Camshaft
1. Drive Gear
Komponen yang satu ini merupakan roda penggerak yang ada di dalam camshaft untuk membuat camshaft terus berputar, sehingga proses buka tutup jalur katup bisa terjadi secara realtime selama camshaft aktif atau menyala.
2. Fuel Pump Drive Cam
Komponen ini berguna untuk menggerakan pompa bahan bakar (fuel pump) agar mesin terus bekerja.
3. Slot Joint
Slot joint bisa disebut juga sebagai gigi sentrik yang termasuk sebagai komponen penghubung distributor pengapian dengan poros camshaft.
4. Intake Camshaft
Salah satu komponen noken as atau poros nok adalah intake camshaft yang berfungsi untuk menggerakan rocker arm dengan cara mendorong katup agar terbuka, sehingga bahan bakar bisa masuk ke dalamnya.
Untuk tipe DOHC, intake camshaft memiliki versinya sendiri. Sedangkan, untuk tipe OHV/OHC telah menjadi satu dengan exhaust camshaft.
5. Exhaust Camshaft
Kebalikan dari intake camshaft, komponen exhaust camshaft berfungsi untuk menutup katup agar tidak ada bahan bakar yang bisa masuk.
6. Bearing Journal
Komponen bearing journal digunakan sebagai bantalan pada poros camshaft untuk mengurangi tingkat gesekan camshaft dan dudukan kepala silinder agar tidak mudah rusak atau aus, sehingga bisa mengganggu performa mesin.
7. Timing Pulley
Untuk mengatur kerja camshaft dengan firing order, diperlukan juga alat timing pulley yang akan membuat perhitungan akurat untuk memberikan nomor antrian pada setiap proses yang terjadi.
Baca juga: Ciri Shockbreaker Depan dan Belakang Mobil yang Rusak
Penyebab Camshaft Bisa Rusak
Untuk mencegah kerusakan noken as atau poros nok mesin, Anda bisa mengetahuinya dari beberapa penyebab berikut ini.
1. Kecepatan Mesin Melambat
Camshaft yang aus dapat berpengaruh terhadap tarikan gas mesin mobil, sehingga putaran mesin (rpm) menjadi lebih lambat.
Hal ini juga bisa ditandai dari munculnya suara kasar pada kepala silinder mobil dan perubahan kecepatan mesin.
2. Usia Pemakaian
Hal ini terbilang wajar, mengingat semua komponen tentu memiliki batas waktu pemakaian tersendiri.
Sehingga, dengan melakukan service mesin mobil secara rutin bisa membantu mencegah munculnya kerusakan yang tidak terdeteksi.
3. Oli Kering
Kebiasaan jarang mengganti oli mobil secara rutin dapat berdampak pada mengerinya poros camshaft yang akhirnya bisa membuatnya menjadi lebih cepat aus.
4. Timing Rantai Keteng Loncat
Biasanya, masalah ini disebabkan karena klep dan seher mobil yang bermasalah, sehingga bisa mempengaruhi komponen camshaft.
Hal ini ditandai dengan munculnya suara berisik dari mesin mobil. Namun, perlu diingat bahwa tidak semua suara berisik menandakan camshaft bermasalah.
Sebaiknya, bawa ke bengkel terdekat untuk dilakukan pengecekan secara menyeluruh.
Anda bisa menemukan bengkel terdekat melalui situs Moservice.id sebagai plaform bengkel online terdekat yang bisa ditemukan di seluruh Indonesia.

